Senin, 04 Juni 2012

Twitter- Surat Amanah Untukmu, Adikku!

     Gue bakalan ngepost story lagi. Kayak si Fayra kemaren. Tapi ini ceritanya lebih sedih. Lebih ngena. Asiklah. Cerita ini gue repost dari akun twitter Om Spik! @AhSpeakDoang. Om Om yang biasanya ngepost kata kata cinta dan semacamnya, entah mengapa jam sebelas malem kemaren nulis cerita sedih. Dan bikin beberapa orang nangis. Jadi ini ceritanya. Check, Check, Check This Out!

     Cerita ini ngena dihati. Baca ya. Enjoy!

     Cerpen - Surat Amanah Untukmu, Adikku!
     Aku adalah seorang anak yang terlahir dari latar belakang keluarga yang kurang dari berkecukupan. Semenjak kecil aku telah ditinggalkan oleh ayahku, karena meninggal tertimpa reruntuhan bangunan ditempat kerjanya. Dan semenjak kecil pula, aku telah mendapatkan beban yang berat dalam menjalani kehidupan. Karena setelah sepulangnya aku dari sekolah, aku harus berjualan koran dan mengamen bersama dengan teman sebayaku. Aku mempunyai seorang adik yang sangat lucu dan polos, karena ia baru berumur sepuluh tahun. Ia sangat ingin menjadi seorang penyanyi terkenal yang bisa mengubah hidupnya dan keluarganya. Ia sangat senang jika diputarkan lagu-lagu yang disukainya, jika tidak diputarkan pada hari itu maka ia akan merusak isi rumah. Mengamuk. Aku tidak ingin, ia merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan, yang mana harus memikul beratnya beban kehidupan. Aku menderita suatu penyakit mematikan yang aneh, yang para dokter pun belum mengerti penyakit apa yang aku derita, kata mereka, penyakitku ini sangat langka dan belum ada yang meneliti tentang penyakit ini. Hal yang membuatku terpuruk (lagi) adlh dokter memvonis bahwa aku tdk akan bisa bertahan hidup dlm hitungan tahun lg, sekitar 3-5 tahun lg. Dlm suasana hening dimalam hari dmn jangkrik & burung hantu melantunkan syair2 nan indah dan angin bertiup kencang seolah marah kepada bumi. Aku lalu berfikir apakah yg hrs kuperbuat agar aku ttap bsa menemani adikku hngga ia tmbuh besar & dewasa walau aku sdh meninggal nantinya. Atas pertolongan Allah, aku kemudian menemukan apa yang harus kuperbuat, yaitu memberi surat amanah. Aku meminta kepada ibu untuk memberikan surat amanah ini kepada adikku tersayang setelah aku meninggal dan adikku telah dewasa. Dengan air mata ibu yang mengucur deras, ibuku akhirnya setuju (walau berat) dengan tawaranku. Isi surat itu adalah sebagai berikut:

     "Assalamu’alaikum, Apa kabar adikku yang lucu, abang rindu sekali dengan cara merengekmu kepadaku. Semoga engkau dalam keadaan yang baik-baik saja. Dibawah ini, adalah sedikit tulisanku yang bisa diartikan mengganti peranku sebagai abang yang harus memberi nasehat kepada adiknya. Disaat engkau sudah lancar untuk membaca surat amanah abangmu ini adikku, yang bisa membuat sendu hati dan harimu, mungkin keadaan bumi sedikit lebih baik. Dimana tidak ada lagi polusi udara, dan tidak ada lagi bencana-bencana yang silih berganti. Serta tidak ada lagi kekacauan yang diakibatkan oleh penyimpangan prilaku-prilaku manusia. Disaat engkau membaca surat amanah ini adikku, mungkin engkau tidak perlu lagi untuk mengalami beban berat kehidupan, dimana untuk tidur malam kami hanya tidur dengan beralaskan tanah, beruntunglah engkau adikku. Pada hari abangmu menulis surat amanah ini adikku, hari dimana hari yang paling bermakna dalam hidupku, karena pada hari inilah abang merayakan ulang tahun yang ke-19 tahun, dimana goreng pisang sebagai kuenya dan obor sebagai lilinnya. Yang ingin aku amanahkan kepada engkau adikku tersayang adalah jadilah hamba Allah, anak Ibu yang berbakti, ade abang yang selalu tersenyum dan insan yang penuh ke bermanfaatan kepada sesama. Jadi apapun kamu sekarang adikku, abang tidak peduli, yang terpenting engkau bisa tetap bersyukur dan berbagi. Dan apapun yg engkau lakukan saat ini adikku, lakukanlah karena Allah, ambillah yg halal & tinggalkan jauh-jauh yg haram. Jangan engkau terlena akan indahnya dunia, indahnya dipuja, indahnya harta, indahnya istri yang cantik jelita, percayalah kepada abangmu ini, itu tidak akan membantumu sama sekali kelak di akhirat. Jikalau nanti, cita-citamu tak tersampai, cintailah prosesnya adikku, karena itulah yang menentramkan hatimu yang berkecamuk, lalu tersenyumlah dan bangkitlah. Jikalau nanti, hatimu tersayat perih mungkin karena ada yg mengecewakanmu, anggaplah itu suatu langkah mendewasakan dirimu, lebih dewasa, dan lebih bijaksana. Jikalau nanti, dirimu sendiri dan dikucilkan karena suatu hal, ingatlah adikku, engkau tidaklah sendirian, Allah terus bersamamu, disisimu. Pesan terakhir abang untukmu adalah: jaga Ibu. Kalau engkau tahu apa yang telah dilakukannya padamu, dua bola matamu pun tak bisa menggantikan kasih sayangnya kepadamu, jangan sampai ia menangis sedih karena perbuatanmu yg melukai hatinya. Sering abang lihat, setiap malam, ia bangun untuk shalat malam, dengan tersedunya ia berdo’a untuk kesembuhanku dan untuk masa depanmu, setiap malam abang perhatikan, itu saja do’a yang dilantunkannya. Ingat adikku, hanya engkau sajalah yang tinggal ia punya didunia ini setelah abangmu ini meninggal, ia tak ingin hartamu, ia tak ingin rumahmu, ia tak ingin apapun darimu, tapi hanya satu yang ia inginkan, yaitu cinta berbalas darimu yang terwujud dari baktinya engkau kepadanya. Ketika engkau telah selesai membaca surat amanah ini adikku, mungkin abangmu sudah tidak ada lagi di dunia, namun cintaku kepadamu, Ibu juga ayah, akan selalu bersemayam ditempat yang sama,yaitu di hatiku. Semoga kelak kita sekeluarga dipertemukan oleh-Nya di Syurga yang penuh akan kenikmatan, kebahagian, dan kelapangan yang abadi. Wassalamu’alaikum."

    Zzz. Krik. Krik. *hening* Okay, ini ngena banget. Semoga jadi pelajaran buat kalian yang baca. Oke fyi, ada beberapa orang yang bilang nangis abis baca ini. Haha, oke dalemin aja. Jadi pesannya: Jadilah kakak yang baik. Yang mencintai adeknya. Dan bisa ngedidik adeknya. Bisa ngasih tau hal yang bagus. Dan jadi contoh buat adeknya. Bukan cuman berantem sama adeknya. Oke kata kata gue ini nyindir gue sendiri. Gue sering berantem sama adek gue. Adek gue bukan kayak adek buat gue. Tapi jadi kayak temen. Berantem mulu tapi. Okelah walaupun berantem bukan berarti gue gak sayang sama dia. Gue sayang dengan cara yang lain o.O
   Oke sekian aja. Kayaknya kepanjangan nih. Oya, gue buat entri ini soalnya gue mau buktiin ke Mbak Gisna kalo blog gue juga bisa bermanfaat buat orang yang bacanya. Ini repost dari akun twitternya Om Spik. Tapi ini di post malem malem, jam 11. Jadi kan belum tentu semua orang bisa baca. Jadi aku abadiin (etbuset?_-) di blog aku ini. Oke, Thanks. Good Bye.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar